Rabu, 11 Maret 2015

Tehnik Budidaya Bandeng Konsumsi

   TEHNIK BUDIDAYA BANDENG KONSUMSI
 
                   BismillahirahmaniRahiim.   Di dalam tulisan perdana saya ini, izinkan saya menuliskan pengalaman pribadi khusus nya yang menyangkut usaha Budidaya bandeng di tambak tradisional yang ada di provinsi Kalimantan Timur. 
                   Saya adalah alumni dari Akademi Perikanan Yogyakarta tahun 1997 dan sudah menekuni usaha budidaya ini selama lebih dari 10 tahun sehingga timbul niat di hati untuk berbagi pengalaman dengan rekan-rekan seprofesi maupun mereka yang hanya ingin sekedar tahu seluk beluk budidaya bandeng di tambak tardisional.
                   Dalam tulisan  ini saya akan menguraikan  semua kegiatan yang menyangkut budidaya bandeng di tambak, mulai persiapan pra tebar hingga kegiatan  panen.   Dalam tehnik budidaya yang saya terapkan,  terdapat sedikit perubahan tata cara  budidaya yang selama ini dilakukan oleh petani tambak umumnya, di mana dahulu petani tambak dalam membudidayakan bandeng hanya menggunakan satu petak tambak pembesaran saja dan semua proses mulai dari penebaran nener hingga pemanenen dilakukan pada satu petakan tersebut, disinilah salah satu perbedaan dari pola kami, kami berasumsi bahkan untuk menghasilkan ikan bandeng konsumsi yang ideal (size 300-700 gr per ekor) untuk saat sekarang sudah tidak relevan lagi bila harus dipelihara pada satu petak tambak saja karena produktifitas tanah tambak terutama yang menyangkut kesuburannya saat ini sudah tidak mampu lagi menghasilkan pakan alami yang melimpah ruah seperti di era tahun 90 an (itu lah yang terjadi di daerah tambak  Kaltim khusus nya tambak di daerah kami ) 
               Pada dasarnya  Proses pemeliharaan  bandeng  dengan  pola  ini cukuplah mudah yaitu, 
cukup menyiapkan 2 petak tambak, yang petama petakan kecil berfungsi sebagi petak peneneran dan yang kedua petakan besar untuk pembesaran bandeng hingga berukuran bandeng konsumsi. 

Persiapan petakan tambak peneneran 
             pertama siapkan lahan tambak minimal 1 Ha, kemudian  lakukaan peracunan (pemberantasan ikan-ikan liar) kami rekomendasikan untuk memakai racun organik seperti saphonin, hindari pemakaian racun kimia karena residu nya dapat merusak tambak dan membahayakan nener bandeng yang di pelihara kelak. Pemberian pupuk an organik Urea dan sp 36 dengan perbandingan 1:2  serta pupuk organik tentu nya akan sangat membantu untuk menumbuhkan pakan alami berupa lumut ataupun klekap
             Setelah pakan alami  berupa lumut sutera atau jenis alga hijau telah tumbuh subur barulah tambak peneneran di taburkan nener bandeng dengan kepadatan 30.000 – 50.000 ekor per hektar, lama pemeliharaan di petakan ini berkisaar antara 3 hingga 6 bulan  dengan asumsi jumlah yang nener yang hidup dipetakan ini dapat dimanfaatkan  hingga 3 periode musim pemeliharaan, dan  apabila pakan alami yang ada di petakan tambak peneneran telah habis, nener bandeng yang ada dapat di berikan dengan pakan buatan berupa pakan pelet.



Persiapan Petakan Tambak untuk Pembesaran Bandeng
                Setelah pemeliharaan nener bandeng  berjalan 2 bulan, maka tibalah saat nya untuk melakukan persiapan pada petakan pembesaran (di asumsikan petakan tersebut layak sebagai media pemeliharaan artinya  tidak ada hama berupa siput trisipan, karena bila tambak banyak di huni oleh hama siput trisipan maka tambak tersebut tidak dapat di jadikan petakan tambak pembesaran karena keberadaan hama tersebut akan mengurangi jumlah pakan alami yang tersedia dan menjadi kompetitor yang membahayakan bagi bandeng yang di pelihara. oleh karena itu keberadaan hama trisipan harus menjadi prioritas utama sebelum melakukan persiapan di petakan tambak untuk pembesaran bandeng. Dan apabila tambak telah terserang hama trisipan ini maka lakukan pembasmian terhadap hama trisipan itu.


              Cara  membasmi hama  siput trisipan, yaitu dengan jalan mengairi seluruh tambak dengan air yang telah  dicampur dengan racun trisipan melalui pintu pemasukan air (kondisi ini pada saat air pasang), atau juga dengan jalan menyiramkan racun trisipan pada seluruh permukaan air dalam tambak.  Setelah beberapa hari (trisipan telah mati) barulah air tambak yang mengandung racun tersebut di buang ke luar tambak, selanjutnya tambak di isi air  untuk kemudian di lakukan pemupukan dasar pada tambak pembesaran. seperti halnya pada petak peneneran pemupukan di petakan pembesaran ini pun bertujuan untuk menyediakan  pakan alami berupa ganggang hijau bersel benang (Chlorophyceae) atau sering disebut oleh petani tambak  sebagai lumut sutera. Pupuk yang dipergunakan ada 2 macam yaitu pupuk makro dan pupuk mikro. Pupuk makro  (anorganik) berfungsi sebagai pupuk dasar,  terdiri dari pupuk nitrogen dan pupuk phosphor (urea dan sp 36), kemudian untuk pupuk susulannya digunakan pupuk mikro (organik) yaitu pupuk cair organik.


            Setelah kurang lebih 4 – 6 minggu, pakan alami jenis lumut sutera telah tumbuh subur menutupi  seluruh permukaan plataran tambak.  setelah dirasa cukup barulah proses pemindahan anakan bandeng dari petak peneneran dapat dilakukan. Adapun bandeng muda yang akan di pindahkan ke petak pembesaran adalah bandeng dengan ukuran 30 – 40 ekor per kilogram. Adapun kepadatan tebar harus menyesuaikan antara jumlah bandeng yang dipelihara dengan ketersediaan pakan alami, sehingga saat masa pemanenan tiba (ukuran bandeng sudah  dicapai 300-700 gram  per ekor), Ketersediaan pakan alami pun telah menipis atau telah habis di dalam tambak.
              Selama masa pemeliharaan ikan bandeng, pemupukan susulan dengan pupuk organik dilakukan sebulan sekali, selain untuk menjaga kualitas air dalam tambak, pemupukan susulan juga berguna untuk menambah ketersediaan pakan alami yang semakin hari semakin berkurang seiring dengan pertumbuhan bandeng yang dipelihara.
                        Untuk kepadatan tebar pada petakan tambak pembesaran, hendaknya di sesuaikan dengan luasan tambak serta ketersediaan pakan alami yang ada. berdasarkan pengalaman kami untuk tambak dengan luas 3 Ha dapat di isi dengan jumlah 6000 ekor nener bandeng. Dalam masa budidaya selama 4 - 5 Bulan kami dapat memperoleh panen 2600 Kg dengan size rata 300-700 gram  per ekor.
Selama kegiatan budidaya berlangsung, Pemberian pupuk susulan yaitu pupuk cair organik  dilakukan setiap 1 bulan sekali untuk menjaga ketersediaan pakan alami, serta menjaga kualitas air selama pemeliharaan.
              Pertumbuhan  bandeng selama masa budidaya  dapat diamati (dimonitor) dengan melihat pertumbuhan fisik ikan setiap 1 bulan sekali. Setelah bandeng mencapai ukuran dan berat yang di harapkan (dalam masa pemeliharaan 4 bulan) maka pemanenan dapat di lakukan dengan jalan pemanenan selektif ataupun pemanenan massal (pengeringan tambak).
           Demikian uraian singkat tentang tehnik  budidaya bandeng konsumsi. Pada dasarnya semua tambak dapat dikelola secara baik asal tambak tersebut memiliki kedalaman ideal dan terbebas dari hama siput trisipan.